Diluncurkan Selasa, Hashtag Program Satu Juta Mangrove Sudah Trending Nasional di Hari Minggu

SEMARANG - Gagasan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, untuk menanam satu juta mangrove melalui program Polda Jateng Mageri Segoro ternyata menjadi trending Twitter pada Minggu (10/10) siang.

Uniknya, posisi trending ini berdampingan dengan Polda Jateng Cegah Abrasi yang menduduki posisi kedua.

Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan dirinya mengetahui topik #Program1JutaMangrove menjadi trending nasional setelah ada rekannya yang menelepon.

"Seorang penggiat Twitter mengontak saya, katanya hashtag Program Satu Juta Mangrove jadi trending nasional. Di posisi kedua ada hashtag Polda Jateng Cegah Abrasi," ungkap Kabidhumas.

Berdasarkan data,  diketahui pada Minggu (10/10) pukul 13.45 WIB, hashtag Program 1 Juta Mangrove menduduki The Most Popular Tweets Indonesia Trends. Hal yang sama juga berlangsung pada pukul 14.00 WIB.

Puncaknya, pada pukul 14.15 WIB hashtag Program 1 Juta Mangrove menjadi Top Trending Topic Indonesia. Sedangkan hashtag Polda Jateng Cegah Abrasi menjadi Top-2 Trending Topic Indonesia.

 "Hashtag Program 1 Juta Mangrove memperoleh 6.455 results, 5.316 Engagement dan 1389 Postingan. Sedangkan hashtag Polda Jateng Cegah Abrasi memperoleh 6.271 Results, 5.316 Engagement , 1389 dan Postingan," rinci Kombes M Iqbal.

Terkait trending Twitter tersebut, M Iqbal menegaskan hal ini menjadi salah satu tolok ukur bahwa program Polda Jateng Mageri Segoro mendapat respon positif dari publik.

"Bukan hanya di lingkungan Polri sendiri, tapi juga masyarakat pengguna Twitter," tambahnya.

Lebih lanjut Kombes M Iqbal menuturkan isu lingkungan hidup di sekitar pantai saat ini menjadi tren tersendiri. 

Masalah penurunan tanah dan abrasi pantai, saat ini menjadi isu global yang mengancam kelangsungan ekosistem laut dan pantai termasuk pemukiman manusia.

"Sehingga wajar bila ada instansi atau organisasi yang menggaungkan kegiatan penyelamatan lingkungan seperti Polda Jateng Mageri Segoro ini, akan mendapat tanggapan masif dari masyarakat saat di share di media sosial," tegasnya.

Kabidhumas berharap, upaya Polda Jateng untuk melestarikan lingkungan pantai ini mendapat dukungan dari masyarakat luas sehingga tujuan program Polda Jateng Mageri Segoro betul-betul tercapai.

"Tujuan kita adalah menahan laju abrasi pantai, menghidupkan kembali ekosistem pesisir dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian kawasan bahari. Tidak lupa, kami ingin memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir dan membantu kesulitan mereka akibat pandemi covid 19," tambahnya.

Program Polda Jateng Mageri Segoro sendiri, rencana akan diresmikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi pada Selasa (12/10) pagi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Bendono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.