30 Bintara Asal Papua Barat Magang Penugasan dan Belajar Lintas Budaya di Polda Jateng

 

SEMARANG-Sejumlah 30 Bintara remaja Polda Papua Barat yang ditempatkan di Polda Jateng dalam rangka magang, menerima pembekalan dari Kabag Kermadian Ditbintarlat Akpol, Kombes Pol Jeremias Rontini, Jumat (3/9/2021).

Dalam kegiatan yang bertempat di aula Ditsamapta Polda Jateng itu, Kombes Jeremias memberikan motivasi agar para Bintara remaja tersebut terus belajar sehingga mempunyai kualitas unggul.

Didampingi Wadir Samapta Polda Jateng, AKBP Soenardi, S.I.K., M.Si, Kombes kelahiran Jayapura ini menyatakan bahwa para bintara asal Polda Papua Barat ini harus berani membuka wawasan keilmuan termasuk juga belajar lintas budaya.

"Saya pikir ini program yang cukup bagus, karena mereka adalah aset penting Polri. Selama di Jawa Tengah mereka bisa belajar tentang kehidupan di Jawa, belajar bergaul lintas budaya sehingga mereka bisa mempunyai kemampuan untuk cepat beradaptasi," pungkas pria alumni Akpol 1996 ini.

Kombes yang juga lulusan SMA Taruna Nusantara ini menegaskan para Bintara Papua Barat yang saat ini berada dibawah koordinasi Ditsamapta Polda Jateng bisa memperoleh banyak pengalaman.

"Bukan hanya tentang lintas budaya, dinamika tugas kepolisian di Jawa Tengah juga perlu dipelajari. Nantinya, bisa dijadikan referensi bagi mereka saat kembali ke Papua Barat," tambah Jeremias.

Sementara Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menambahkan bahwa para Bintara asal Papua Barat tersebut tengah melaksanakan program magang selama setahun di Jawa Tengah. 

Untuk menambah pengalaman penugasan, sebagian  diantara Bintara remaja itu disiapkan untuk diperbantukan dalam pengamanan PON Papua.

"Ada 16 orang yang kita siapkan untuk membantu pengamanan PON di Papua. 14 Bintara asal Papua Barat lainnya sementara standby dan tetap melaksanakan magang di Ditsamapta," papar M Iqbal.

Diharapkan, program magang ini tidak hanya meningkatkan kemampuan kepolisian tapi juga pemahaman tentang khazanah kebhinekaan yang ada di Indonesia.

"Dengan memahami kebhinekaan, jiwa toleransi terhadap keberagaman di tanah air juga akan muncul. Jiwa cinta tanah air juga akan berkembang. Itu merupakan komponen penting yang harus dimiliki setiap anggota Polri," jelas M Iqbal.