Resmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba, Kapolda Jateng Ingatkan Peredaran Narkoba Tak mengenal covid 19

 

Pati - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi meminta semua pihak waspada, mengingat tren kasus narkoba di Jateng tidak terpengaruh wabah covid 19.

"Pada tahun 2018 ada sekitar 1.600 kasus, pada 2019 ada 1.700 kasus, pada 2020 ada 1.700 lebih kasus narkoba di Jawa Tengah," papar Kapolda saat meresmikan Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba) Desa Tambakharjo,  Kabupaten Pati,  Kamis (12/8/2021).

Pada peresmian yang dilaksanakan secara virtual dari pendopo kabupaten Pati itu, turut hadir Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Purwo Cahyoko, Dirjen IPWL Kemensos, Wisnu Suharto, Forkompinda Pati serta sejumlah pejabat Polda Jateng.

Kapolda menegaskan pembentukan KampungTangguh Ber sinar merupakan hasil sinergitas Polri, stakeholder serta tokoh masyarakat yang ada di Kampung Tangguh itu.

Ditambahkan, tujuan pembentukan Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba) ini agar setiap kampung memiliki daya cegah, daya tangkal dan berani memberikan laporan bila menemukan tindak penyalahgunaan narkoba. 

"Saya harap semua stakeholder ikut berperan. Saat ini yang menjadi pionir adalah Polres Pati," tandas Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda memerintahkan jajaran di tingkat Polres untuk membentuk kampung tangguh di masing-masing kabupaten untuk meningkatkan daya tangkal terhadap peredaran narkoba

"Kampung-kampung tangguh selanjutnya tidak hanya untuk menangkal peredaran narkoba tetapi didalamnya akan di terapkan protokol kesehatan," tambah Kapolda.

Kapolda juga menuturkan, Indonesia sedang berjuang mewujudkan SDM yang unggul untuk menuju Indonesia maju.

Untuk itu kata Jenderal Bintang Dua tersebut, jangan sampai SDM kita dirusak oleh narkoba.

"Oleh karena itu, sekali lagi saya serukan narkoba ancaman kita bersama, Indonesia saat ini sedang berjuang untuk mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia maju. Kita akan masuk menuju Indonesia emas dan syarat utamanya harus memiliki SDM yang profesional, produktif, yang berkualitas dan ini semua akan rusak karena pengaruh masalah apabila tidak hati-hati masyarakat kita, kemudian rusak oleh narkoba," ujarnya.

Kapolda  menambahkan perang terhadap narkoba merupakan tugas bersama seluruh masyarakat.

Menurutnya diperlukan kerja keras dan kerja sama untuk mewujudkan itu semua.

"Oleh karena itu, Ini tantangan tugas kita bersama bagaimana menjaga agar generasi kita betul-betul bisa aman dan bebas narkoba. Kita terus perang bersama narkoba, ini butuh kerja keras, kerjasama sinergitas seluruh elemen stakeholder dan masyarakat," imbuhnya.